Ada seorang anak yg tinggal di sebuah desa, seiring berjalannya waktu
anak ini tumbuh menjadi seorang pemuda tampan yg hidupnya sederhana walaupun
orang tuanya tuan tanah di desanya. Orang tuanya adalah keturunan baik-baik. Walaupun
anak tuan tanah namun dia tidak sombong, hidupnya bersahaja.
Suatu ketika pemuda ini berpetualang ke suatu tempat, tempat itu
terkenal mengagumkan, panoramanya begitu indah, mempesona, siapapun yg akan
kesana pasti ketagihan ingin ke tempat itu terus dan ingin menetap di situ. Untuk
menuju tempat itu, tidak ada jalan yg bisa dilewati oleh jenis kendaraan apapun
melainkan harus jalan kaki supaya sampai. Sampainya pun ada dua kemungkinan,
apakah akan selamat atau akan celaka. Di tengah perjalanan, banyak sekali jalan
setapak, jalan yg bercabang-cabang, jalan kerikil dan bebatuan yg harus
dilewati, naik turun gunung. Di sekelilingnya, ada banyak serigala dan harimau
yang akan memangsanya jika dia memilih jalan yang bercabang, penuh usaha yang
sangat keras dan kemauan yang kuat untuk melewatinya, jika tidak maka mustahil
bisa sampai di tujuannya.
Pemuda ini memiliki tekad yang kuat untuk sampai di tempat itu,
prinsipnya kuat dan konsisten, tidak peduli bahwa sekelilingnya ada banyak
serigala dan harimau, tidak putus asa karena harus melewati jalan yang begitu
sulit dan penuh rintangan. Dia terus berjalan lurus ke depan tanpa memilih
jalan-jalan yang bercabang tadi. Tidak menoleh ke kiri dan ke kanan.
Perjalanan panjang yang melelahkan terus dilewatinya, masih ada satu
rintangan yang harus dilewati olehnya yaitu melewati sungai yg sangat lebar.
Untuk melewati sungai itu, satu-satunya jembatan yang tidak memiliki pegangan dan
ukurannya sangat kecil harus dilaluinya. Di seberang sungai itulah tempat yang ingin
dituju, namun tidak mudah untuk melewati jembatan itu, sedikit saja bergerak
maka akan jatuh ke dalam sungai yang penuh dengan batu-batu besar, api yg panas
dan air yg sangat mendidih, buaya yang sangat lapar siap memangsanya. Pemuda
tadi, dengan penuh tawakkal dan kesungguhan, maka sampailah dia di tempat itu
dengan selamat…
Hikmah yang bisa diambil dari analog di atas adalah:
1. Ketampanan
dan kekayaan adalah karunia yang Allah berikan kepada hamba-Nya untuk
disyukuri, bukan untuk dimanfaatkan ke hal-hal negative.
2. Kekayaan
dan ketampanan bukan jaminan untuk keselamatan dunia-akhirat, tapi tergantung
amalan di dunia.
3. Jalan
setapak, jalan bercabang-cabang, kerikil, bebatuan, naik turun gunung itu
adalah rintangan hidup yang harus dilewati oleh manusia dengan sungguh-sungguh.
4. Serigala
dan harimau itu adalah godaan-godaan dunia yang akan mencampakkan manusia ke
dalam neraka.
5. Perjalanan
panjang itu adalah proses kehidupan manusia di dunia, apakah hidupnya penuh
dengan ibadah untuk hari esok atau malah untuk bermaksiat pada Allah.
6. Jembatan
kecil itu adalah syirat yg harus dilewati oleh manusia di akhirat kelak, apakah
akan selamat atau tidak melewatinya, tergantung amalannya di dunia.
7. Batu
besar, api yg panas dan air mendidih serta buaya adalah isi neraka.
8. Tempat yang indah itu adalah syurga-Nya Allah,
yaitu tempat bagi orang-orang yg melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar selama
hidup di dunia.
9. Semoga
kita semua masuk dalam surga-Nya Allah yaitu kehidupan yang kekal abadi
selama-lamanya. Amiin……..
Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar