Kamis, 17 Oktober 2013

ANALOG PERJALANAN HIDUP MANUSIA


Ada seorang anak yg tinggal di sebuah desa, seiring berjalannya waktu anak ini tumbuh menjadi seorang pemuda tampan yg hidupnya sederhana walaupun orang tuanya tuan tanah di desanya. Orang tuanya adalah keturunan baik-baik. Walaupun anak tuan tanah namun dia tidak sombong, hidupnya bersahaja.

Suatu ketika pemuda ini berpetualang ke suatu tempat, tempat itu terkenal mengagumkan, panoramanya begitu indah, mempesona, siapapun yg akan kesana pasti ketagihan ingin ke tempat itu terus dan ingin menetap di situ. Untuk menuju tempat itu, tidak ada jalan yg bisa dilewati oleh jenis kendaraan apapun melainkan harus jalan kaki supaya sampai. Sampainya pun ada dua kemungkinan, apakah akan selamat atau akan celaka. Di tengah perjalanan, banyak sekali jalan setapak, jalan yg bercabang-cabang, jalan kerikil dan bebatuan yg harus dilewati, naik turun gunung. Di sekelilingnya, ada banyak serigala dan harimau yang akan memangsanya jika dia memilih jalan yang bercabang, penuh usaha yang sangat keras dan kemauan yang kuat untuk melewatinya, jika tidak maka mustahil bisa sampai di tujuannya. 

Pemuda ini memiliki tekad yang kuat untuk sampai di tempat itu, prinsipnya kuat dan konsisten, tidak peduli bahwa sekelilingnya ada banyak serigala dan harimau, tidak putus asa karena harus melewati jalan yang begitu sulit dan penuh rintangan. Dia terus berjalan lurus ke depan tanpa memilih jalan-jalan yang bercabang tadi. Tidak menoleh ke kiri dan ke kanan. 

Perjalanan panjang yang melelahkan terus dilewatinya, masih ada satu rintangan yang harus dilewati olehnya yaitu melewati sungai yg sangat lebar. Untuk melewati sungai itu, satu-satunya jembatan yang tidak memiliki pegangan dan ukurannya sangat kecil harus dilaluinya. Di seberang sungai itulah tempat yang ingin dituju, namun tidak mudah untuk melewati jembatan itu, sedikit saja bergerak maka akan jatuh ke dalam sungai yang penuh dengan batu-batu besar, api yg panas dan air yg sangat mendidih, buaya yang sangat lapar siap memangsanya. Pemuda tadi, dengan penuh tawakkal dan kesungguhan, maka sampailah dia di tempat itu dengan selamat… 

Hikmah yang bisa diambil dari analog di atas adalah:
1.  Ketampanan dan kekayaan adalah karunia yang Allah berikan kepada hamba-Nya untuk disyukuri, bukan untuk dimanfaatkan ke hal-hal negative.
2.   Kekayaan dan ketampanan bukan jaminan untuk keselamatan dunia-akhirat, tapi tergantung amalan di dunia.
3.    Jalan setapak, jalan bercabang-cabang, kerikil, bebatuan, naik turun gunung itu adalah rintangan hidup yang harus dilewati oleh manusia dengan sungguh-sungguh.
4.  Serigala dan harimau itu adalah godaan-godaan dunia yang akan mencampakkan manusia ke dalam neraka.
5.  Perjalanan panjang itu adalah proses kehidupan manusia di dunia, apakah hidupnya penuh dengan ibadah untuk hari esok atau malah untuk bermaksiat pada Allah.
6.   Jembatan kecil itu adalah syirat yg harus dilewati oleh manusia di akhirat kelak, apakah akan selamat atau tidak melewatinya, tergantung amalannya di dunia.
7.        Batu besar, api yg panas dan air mendidih serta buaya adalah isi neraka.
8.    Tempat yang indah itu adalah syurga-Nya Allah, yaitu tempat bagi orang-orang yg melakukan amar ma’ruf dan nahi mungkar selama hidup di dunia.
9.  Semoga kita semua masuk dalam surga-Nya Allah yaitu kehidupan yang kekal abadi selama-lamanya. Amiin……..
Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar